keterlaluan

Kabar Raya - Apapun zak kimia yang masuk ke dalam tubuh secara disengaja sudah tentu berdampak negatif. Salah satunya rokok, namun rokok elektrik lebih baik daripada rokok yang dijual bebas saat ini.

Demikian hal ini disampaikan Anggota DPRD Kota Tangerang dari Komisi II, Fraksi Partai Demokrat,Ade Suryadi kepada kabarraya.com, Tangerang, Kamis (22/12/2016).

Politisi ini mengaku merokok sejak duduk di sekolah menengah pertama dan sudah menjadi perokok berat. Setelah membeli rokok elektrik keinginan untuk merokok sudah tidak ada lagi. Ade mengaku sudah satu bulan tidak membeli rokok di warung atau supermarket.

"Sebelum memiliki rokok elektrik ini, dalam sehari saya mengkonsumsi dua bungkus rokok. Tapi kini saya sudah tidak pernah membeli rokok lagi," kata Ade Suryadi.

Ade mengaku sudah berkonsultasi dengan dokter terkait rokok elektrik. Menurut dia, dokter yang dia percaya mengatakan muatan nikotin di rokok elektrik lebih sedikit daripada rokok yang dijual bebas.

"Muatannya lebih sedikit, rokok elektrik itu hanya 3 Tar dalam sebulan sementara rokok biasa 12 Tar," katanya.

Ade menambahkan saat ini dia memiliki 2 unit rokok elektrik dengan rasa yang berbeda. Selera politisi plontos ini tak lain rasa cream.

"Rokok eletrik ini ada berbagai macam rasa. Ada rasa mangga, cream, kopi dan strawberry. Dan uap yang keluar itu rasanya wangi," katanya.