keterlaluan

Depok, Kabarraya - Peristiwa bencana alam yang terjadi disejumlah tempat sangat membutuhkan penanganan yang cepat. Bencana itu dapat berupa banjir, angin topan, gempa bumi, dan tanah longsor. Seperti yang baru saja terjadi tanah longsor di Ponorogo, Jawa Timur.

Di Kota Depok, Jawa Barat, bencana alam yang terjadi ialah, banjir, angin topan, dan tanah longsor. Komando Daerah Militer (Kodim) 0508 membentuk pasukan khusus penanggulangan bencana yang inheren dengan Pemkot Depok.

"TNI punya pasukan yang terlatih bekerja di medan berat dan mendadak yang dapat dikerahkan kapan saja. Jadi untuk penanggulangan bencana, Kodim sudah membuat tim gabungan dengan Pemkot Depok dan juga Polres Depok untuk penanggulangan bencana," ujar Komandan Kodim 0508 Letkol Inf Slamat Supriyanto, di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-96 di Limo, Kota Depok.

Senada, Komanda Korem 051 Jayakarta Kolonel Inf Rifki menyebutkan, TNI dilengkapi dengan tenaga pasukan yang handal di medan berat. TNI juga dilengkapi peralatan berat dan dapur umum yang dapat diturunkan ke medan berat.

"TNI itu punya personel yang dapat sedia dikerahkan kapan saja, selalu siaga. Juga punya alat-alat berat yang diperlukan di tempat bencana alam. Punya perahu karet, truk, dapur umum, ataupun beko, itu semua sangat diperkukan di tempat bencana," sebut Kolonel Inf Rifki.

Kodim 0508 bulan April, selama sebulan ini melakukan TMMD di Limo. TNI di antaranya, merenovasi rumah warga yang rusak, betonisasi jalan, khitanan massal, dan memberikan pelatihan bela negara, dan anti penyalahgunaan narkoba kepada pelajar SD, SMP, dan SMA.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, Pemkot Depok mendukung kegiatan TMMD Kodim 0508 ini. Pradi mengakui, Pemkot Depok sudah membuat fakta inheren penanggulanagan bencana alam Pemkot Depok dengan Kodim.

"Iya, kita sudah buat Fakta penanggulangan bencana alam antara Kodim dengan Pemkot Depok. Tim khusus tersebut inheren bila terjun ke tempat bencana, kalau di kota kita ini biasanya, walau dalam skala rendah bencana itu berbentuk banjir, angin topan, dan tanah longsor. Walaupun belum pernah terjadi jatuh korban jiwa yang banyak, tetapi harus kita tangani dengan optimal dan maksimal, tanggap dan cepat," sebut Pradi di lokasi TMMD. ( Elshinta.com )