keterlaluan

Lebak, Kabarraya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak mengimbau warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) untuk mewaspadai banjir dan longsor karena curah hujan cenderung meningkat.

"Kami berharap warga yang tinggal di DAS berjumlah ribuan kepala keluarga agar meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadi bencana alam," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi, di Lebak, Kamis (11/5).

Berdasarkan laporan BMKG Serang memperkirakan selama sepekan mendatang curah hujan dengan intensitas lebat terjadi sore hingga malam hari, dan dikhawatirkan menimbulkan banjir dan longsor.

Selama ini, wilayah Kabupaten Lebak menjadi langganan banjir dan longsor, terutama dialami warga yang berada di daerah aliran sungai.

Kabupaten Lebak memiliki belasan sungai besar dan ratusan anak sungai karena merupakan kawasan hulu sungai di Provinsi Banten.

Kawasan hulu sungai itu terdapat Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan hutan lindung serta hutan adat Badui.

Arus sungai besar di Kabupaten Lebak di antaranya Sungai Ciujung, Sungai Ciberang, Sungai Cisimeut, Sungai Cimadur, dan Sungai Cicinta.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dapat meningkatkan kesiagaan bencana alam.

"Kami menginstruksikan kepada camat, desa atau kelurahan dan relawan agar waspada banjir melanda permukiman warga di sekitar DAS," ujarnya pula.

Menurut Kaprawi, saat ini sejumlah daerah langganan banjir dan longsor tercatat 41 desa tersebar di Kecamatan Wanasalam, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Bayah, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.

Biasanya cuaca ekstrem itu menimbulkan banjir dan longsor bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

"Kami selalu mengingat khusus bagi warga yang tinggal di DAS sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman, terlebih saat hujan terjadi malam hari," katanya lagi.

Camat Rangkasbitung Kabupaten Lebak Ade Sutiana mengatakan saat ini warga yang tinggal di DAS Ciujung melakukan patroli malam hari untuk mengantisipasi adanya bencana banjir dan longsor.

Daerah rawan bencana di Rangkasbitung tersebar di Kelurahan MC Timur, MC Barat, Cijoro Lebak, dan Kelurahan Cijoro Pasir.

"Semua warga wilayahnya rawan banjir dan longsor berada di permukiman yang berdekatan dengan DAS Ciujung," katanya pula.

Koordinator Relawan Tagana Kabupaten Lebak Enang Hidayat mengatakan pihaknya sudah menyebarkan informasi dan imbauan kepada warga dan kepala desa serta lurah agar selalu waspada terhadap bencana alam itu.

Selama ini sejumlah desa/kelurahan di Kecamatan Rangkasbitung merupakan daerah langganan banjir.

"Kami berharap warga yang tinggal di bantaran sungai selalu meningkatkan kesiagaan untuk mencegah adanya korban jiwa," kata dia. (Ant/Elshinta)