Aksi demonstrasi besar terjadi di berbagai kota Indonesia. Masyarakat mempertanyakan dampaknya terhadap jadwal kapal laut. Protes berlangsung di depan Gedung DPR RI dan beberapa lokasi strategis. Massa menuntut solusi atas krisis ekonomi dan ketimpangan sosial. Namun laporan gangguan besar pada operasional kapal laut masih minim.
Pelabuhan utama seperti Tanjung Priok di Jakarta beroperasi normal. PT Pelni menyatakan tidak ada pembatalan jadwal. Kapal penumpang dan barang berlayar sesuai rencana. “Kami terus memantau situasi. Operasi kapal tetap lancar,” ujar juru bicara PT Pelni. Penumpang bisa menghubungi 1500-999-999 untuk informasi lebih lanjut. Di Merak, Banten aktivitas pelabuhan juga stabil. Kapaltogel feri antarprovinsi berjalan tanpa masalah besar.
Namun beberapa rute feri lokal mengalami keterlambatan kecil. Demonstrasi di sekitar pelabuhan menutup jalur darat. Akibatnya kemacetan terjadi dan kendaraan terjebak di jalan menuju pelabuhan. Penumpang dan barang tertunda masuk ke kapal. Di pelabuhan kecil seperti Pangandaran, protes terhadap proyek lokal sempat mengganggu akses. PT ASDP Ferry Indonesia segera menyesuaikan jadwal. Mereka menambah armada untuk mengurangi antrean.
Pihak pelabuhan mengutamakan keselamatan. Penumpang diminta tiba lebih awal untuk menghindari keterlambatan. “Kami tambah jadwal keberangkatan di rute tertentu. Operasional tetap terkendali,” kata perwakilan ASDP Ferry. Upaya ini meminimalkan dampak demonstrasi.
Di platform X, warganet melaporkan keterlambatan kecil. Namun tidak ada pembatalan layanan feri. Tagar #JagaJadwalFeri ramai dibahas. Masyarakat mengapresiasi operator pelabuhan yang menjaga kelancaran transportasi laut. Koordinasi dengan pihak berwenang terus dilakukan. Pelabuhan besar hampir tidak terdampak. Hanya pelabuhan kecil yang melaporkan penyesuaian minor.